Dari hati, sampai ke hati. :)

Photobucket

Malu brtanya sEsAt jalaN.....

Loading...

ukhwahfiLlah..^_^

Wednesday, August 17, 2011

menjadi yang lebih baik..



"Sebaik-baik orang di antara kamu adalah yang apabila melihatnya membuatmu teringat kepada Allah, perkataannya menambah kebaikanmu, dan amal perbuatannya memotivasikanmu untuk meraih kebahagiaan akhirat."

[Shahih HR al-Hakim]
...
seburuk-buruk orang macam mana pula?
jadi..mari refleksi diri~

sungguh rugi orang yang apabila orang lain melihat dirinya,
teringat dia sebagai mat rempit, budak rokok, kaki perempuan, kaki botol,minah gedix dan lainnya...

yang jadi masalahnya, golongan seperti itu yang selalu dijadikan kawan...
menyedihkan,

sedangkan..
golongan yang menyeru kepada Allah, menyeru kepada sunnah Rasullah s.a.w, yang menyeru kembali kepada fitrah dan sunnah serta hikmah bimbingan Al Quran..
dipandang serong dan sengaja mencari gali kesalahannya untuk dijadikan bahan fitnah,
belum lagi ditambah yang dikutuk maki, dijauhi dan sebagainya...

"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.

Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya."
[QS; 83:29-30]

inilah hakikat yang pahit melanda umat akhir zaman yang kebanyakan daripada masih tidak sedar~

dan..
adakah aku orang yang mengingatkan orang lain akan kebahagiaan di akhirat?

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang soleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim?" "
[QS; 41:33]

mesej yang mudah..
dekati dan dalami Al Quran...
ingatkan manusia yang sering terlena dengan buaian dunia ini agar kembali kepada fitrah yang mencintai kebahagiaan akhirat..

"Maka pada hari ini(hari akhirat), orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,"
[QS; 83: 34

source : fb

bicara elya : jadilah diri sendiri yg lebih baik setiap hari.. =)

2 coretan hati:

tajnur said...

Assalamualaikum wbt
Ilmu yang membawa manafaat inilah yang menyambung pahala kita seandainya kita sudah mati. Sesuatu hadis yang dikeluarkan ada kaitan dengan hadis yang lain serta membenarkan ayat2 AlQuran.

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ
Daripada Zaid bin Thabit katanya, saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Semoga Allah menyinari seseorang yang mendengar sesuatu hadis daripada kami lalu dia menyampaikannya mengikut apa yang didengari. Maka betapa ramai orang yang membawa ilmu lalu menyampaikannya kepada orang yang lebih faham daripada orang yang mengajarnya dan berapa ramai orang yang membawa ilmu tetapi ia tidak memahaminya." (Hadis riwayat Ahmad, Abu Daud, al-Tirmizi dan Ibn Majah)
Hadis ini menunjukkan kelebihan terus menerus menyebarkan ilmu hadis iaitu kehidupan akan menjadi berseri dan bercahaya. Kata Sufyan bin`Uyainah: "Tidak ada seorangpun dari kalangan ahli Hadis melainkan pada wajahnya ada sinar berdasarkan kepada hadis ini" (al-Suyuti, Tadrib al-Rawi Syarh Taqrib al-Nawawi, hal. 360)

Mengikut penerangan hadis ini, dalam kaedah menyampaikan ilmu Allah SWT, tidak semestinya guru kita sentiasa jauh lebih pandai selama2nya, adakalanya kita lebih memahami sesuatu hadis jika kita terus beristiqomah melebarkan ilmu Allah SWT. Sebab itu, kita mesti mengikuti penerangan yang terbaik diantara yang terbaik. Surah AzZumar:18 Yang berusaha mendengar perkataan-perkataan yang sampai kepadanya lalu mereka memilih dan menurut akan yang sebaik-baiknya (pada segi hukum ugama); mereka itulah orang-orang yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang berakal sempurna.
Surah AsSyura:52 وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَـٰكِن جَعَلْنَاهُ نُورًا نَّهْدِي بِهِ Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) - Al-Quran sebagai roh (yang menghidupkan hati perintah Kami; engkau tidak pernah mengetahui (sebelum diwahyukan kepadamu): apakah Kitab (Al-Quran) itu dan tidak juga mengetahui apakah iman itu; akan tetapi Kami jadikan Al-Quran: cahaya yang menerangi, Kami beri petunjuk dengannya sesiapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.
Apa lagi jika tidak dengan kefahaman AlQuran yang dapat menghidupan ruh didalam diri kita.
Wallahualam.

penGemiS rEDHA Ilahi....~ said...

Waalaikummussalam w.b.t.

Sohih jiddan..insyaAllah,sama2 kita cuba menyebarkan ilmu yang sebesar zarah cuma demi kebangkitan saf Islam kita..yang penting,snts berpandukan alQuran Dan asSunnah..barakaLlahufiik.. :)